RSS

PATUNG SRI PAUS YOHANES PAULUS KE-II DI BUKIT TASI TOLU SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA ALTERNATIF DI DILI TIMOR – LESTE

30 Okt

Oleh: Glenda Carvalho, SE.

Abstrak Beberapa tahun belakangan ini, istilah pariwisata alternatif sedang dibahas oleh orang-orang yang terlibat dalam industri pariwisata. Pariwisata alternatif sering dihubungkan dengan istilah seperti green travel atau sustainable tourism. Namun konsep pariwisata alternatif adalah berbeda dibandingkan kedua istilah yang belakangan disebutkan. Timor-leste adalah negara yang baru  mendapatkan restaurasi pada tahun 2002 yang masih  mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara lain. Dengan pembagunan bisa membawa negara tersebut untuk lepas  diri dari ketertinggalannya. Salah satu sektor vital yang  perlu diperhatikan oleh pemerintah Timor-Leste  adalah pariwisata. karena negara ini memilki keindahan  alam, pegunungan,dan pantai yang luar biasa indahnya dan  keunikan sejarah dan budaya tersendiri yang bisa dijadikan sebagai daya tarik pariwisata. Salah satu daya tarik  pariwisata alternatif yang bisa dikembangkan adalah patung Sri Paus Yohanes paulus ke –II  di bukit tasi tolu yang di bangun oleh pemerintah Timor Leste pada tahun 2007 untuk memperingati kunjungan Sri Paus pada  12  oktober 1989 di Tasi Tolu Dili.  Keunggulan-keunggulan yang ditawarkan pada daya tarik wisata ini adalah,  tempat perayaan misa kudus yang di pimpin oleh pemimpin  gereja katolik tertinggi  Sri Paus Yohanes Paulus ke-II; pemandangan alam dan pantai yang sangat indah; bisa menyaksikan sun set di bukit Sri Paus Yohanes Paulus ke-II; letaknya yang strategis  hanya 8 km dari barat  ibu kota Dili; jalur teransportasi umum dan kenyamanan wisata.   Kata Kunci: Pariwisata alternative, Patung Yohanes paulus ke –II, keunggulan produk, Pihak-pihak yang berkepentingan dalam pariwisata alternatif.

1. Pendahuluan  Beberapa Pengertian Pariwisata Alternatif Istilah pariwisata alternatif atau alternative tourism  secara luas adalah sebagai bentuk pariwisata yang konsisten dengan nilai-nilai alam sosial dan nilai-nilai masyarakat serta memungkinkan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menikmati interaksi yang positif dan wajar serta menikmati indahnya berbagai pengalaman (William RE & Valene LS, 1992:3). http://madebayu.blogspot.com/2009/06/alternative-tourism.html di kutip  pada 20/05/2011 Menurut Eadington & Smith 1892:3 dalam  junal bumi lestari, vol 9 no 1 februari 2009, pariwisata alternatif adalah bentuk pariwisata yang konsisten dengan  nilai-nilai alam, social, nilai-nilai masyarakat serta memungkinkan baik masyarakat local maupun wisatawan untuk menikmati interaksi yang positif dan wajar serta menikmati indahnya berbagai pengalaman. http://ejournal.unud. di kutip  pada 20/05/2011 Dari kedua defenisi tresebut dapat disimpulkan bahwa pariwisata alternatif merupakan  pariwisata konvensional yang timbul karena: adanya suatu asumsi bahwa pariwisata memerlukan lingkungan yang baik, kesadaran  dan menikmati interaksi yang positif dan wajar antara wisatawan dan local people) . Berdasarkan  uraian diatas apakah bukit  SriPaus Yohanes Paulus ke-II (Estatua Papa João Paulo 2o  )  Tasi-Tolu Dili Timor- Leste  bisa dikatakan sebagai daya tarik  pariwisata alternatif?  Untuk jelanya  akan di bahas  dalam paper ini.

2. Pembahasan

Saat ini tiap negara dibelahan dunia mengembangkan pariwisata sebagai suatu industri untuk meningkatkan perolehan devisa di negara masing-masing. rasanya ketinggalan kalau Timor leste tidak ikut dalam pengembanagn pariwisata sebagai katalisator dalam pembagunannya. Dengan status sebagai negara yang baru merdeka timor leste harus masih   mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara lain. Salah satu bidang yang perlu diperhatikan oleh pemerintah Timor-Leste  adalah pariwisata. Saat ini Pemerintah Timor-Leste   bekerja sama dengan pihak swasta  sedang mengembangkan pariwisatan.Salah satunya adalah  wisata heritage,  dimana pemerintah merencana anggaran yang diperlukan  untuk membangun wisata heritage melalui kementrian pariwisata dan perdagangan timor-leste. Salah satu tempat atau target yang akan di kembangkan adalah daerah  Tasi Tolu  yang letaknya 8 km dari  arah barat pusat ibu kota Timor-leste Dili.

Ket.Gambar: peta lokasi Tasi tolu Dili Timor leste

Sumber http://www.panoramio.com/photo/28550194  di kutip  pada 20/05/2011

Tasi tolu merupakan tempat bersejarah dan sakral bagi masyarakat Timor – Leste, karena di tempat  tersebut ada beberapa peristiwa bersejarah yang mendukung perjuangan masyarakat timor-leste untuk  mencapai merdekaanya antara lain;  perayaan Misa kudus akbar yang di pimpin oleh  Sri Paus Yohanes Paulus ke-II (almarhum) di Tasi Tolu Dili  pada 12 oktober 1989, dengan kunjungan Sri Paus  tersebut dunia mulai mengenal timor-leste sebagi bangsa yang ingin merdeka; ke dua pada tanggal 20-Mei-2002  restaurasi kemerdekaan Timor-Leste, yang di hadiri oleh ribuan masyarakatnya dan juga puluhan  kepala negara termasuk Mentri luar negri Indonesia yang ketika itu dijabat oleh bapak Hasan Wirayuda,  dimana untuk pertama kalinya Bendera nasional timor-leste  dan lagu kebangsaan timor leste Patria-Patria di kumandangkan. Di tempat yang sama diperkirakan menjadi kuburan massal pembantaian peristiwa Santa Crus  12 November 1991 dimana ribuan pemuda di tembaki di pemakaman umum Santa Crus. Untuk mengingat semua peristiwa  tersebut pemerintah timor-leste  bekerja sama dengan investor  nasional telah membangun sebuah kapel (gereja kecil) dan Patung Sri Paus Yohanes Paulus ke-II. Patung tersebut  adalah sebuah patung yang dibangun di atas bukit Tasi-Tolu arah barat kota Dili Timor-Leste. Patung ini dibangun pada tahun 2007 atas prakarsa pemerintah, yang saat ini sering di kunjungi oleh masyarakat setempat untuk bersiarah dan telah menjadi suatu obyek wisata yang sering dikunjungi baik itu  turis domestik maupun internasional.

Keunggulan produk yang  dapat ditawarkanSeperti telah diuraikan diatas Tasi tolu merupakan tempat bersejarah  dalam perjuangan rakyat timor-leste dalam mencapai kemerdekaannya dengan  keunggulan produk dan daya tarik wisata  sebagai berikut:

  • Tempat perayaan misa kudus yang di pimpin oleh pemimpin  gereja katolik tertinggi  Sri Paus Yohanes Paulus ke-II (almarhum) di  Tasi tolu  Dili Timor leste pada 12 oktober  1989;
  • 20- Mei- 2002  restaurasi kemerdekaan Timor-Leste
  • Kuburan massal pembantaian peristiwa Santa Crus  12 Nov 1991 dimana ribuan pemuda di tembaki di pemakaman umum Santa crus.
  • Merupakan  satu-satunya patung  Sri paus Yohanes Paulus ke –II  di dunia
  • Dari bukit Sri Paus Yohanes Paulus ke –II terdapat pemandangan alam dan pantai yang sangat indah.
  • Bisa menyaksikan sun set di bukit Sri Paus Yohanes Paulus ke-II
  • Letaknya yang strategis  hanya 8 km dari  ibu kota Dili
  • Jalur tranportasi umum ( dengan membayar bemo  0,25 sen, mata uang timor leste atau sebesar  RP 2,500  untuk mencapai tempat tersebut)

Dari uraian  tersebut  dapat dikatan bahwa bukit Sri Paus Yohanes ke-II tasi tolu dapat menjadi suatu daya tarik wisata alternatif di Dili.

Pihak-pihak yang berkepentingan Pengembangan alternatif pariwisata  heritage tidak bisa dilaksanakan oleh satu organisasi atau institusi saja, pengembangan heritage  harus dilakukan oleh semua pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan heritage wisata. Semua pihak yang terkait harus memiliki kepedulian dan komitment untuk melaksanakan pemeliharaan heritage wisata. Jadi, sebelum proyek pengembangkan di mulai harus terlebih dahulu di identifikasi siapa saja pihak-pihak yang berkepentingan terhadap heritage wisata, antara lain: 1). Masyarakat, khususnya yang bermukim disekitar kawasan  Tasi tolu yang akan dijadikan daerah tujuan  wisata heritage, yaitu  masyarakat yang berdomisil di tasi Tolu desa  Comoro kecamatan Dili barat. Harus disosialisasi dan dijelaskan mengenai pengembangan wisata heritageyang akan dilakukan di desanya, khususnya mengenai dampak dan manfaat apa yang bisa mereka peroleh 2). Pemerintah Daerah  yang bertanggung jawab terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan serta kesejahtraan masyarakat. Oleh karena itu PEMDA, dari mulai Bupati dan dinas-dinas yang terkait seperti:

    • Dinas Pariwisata sebagai dinas yang paling bertanggung jawab terhadap kegiatan pariwisata.
    • Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan. Tiap kawasan yang akan dijadikan daerah wisata harus steril dari berbagai penyakit, karena kesehatan merupakan isu sensitif dalam bisnis pariwisata.
    • Dinas Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur
    • Dinas Koperasi dan UKM bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan kewiraswastaan dan manajemen usaha kecil serta bantuan modal kepada masyarakat yang akan berusaha dalam bidang pariwisata
    • Dinas Perindustrian dan Perdagangan, memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan kepada anggota masyarakat, misalnya memberikan pelatihan keterampilan membuat kerajinan, dsb.
    • Badan Pengendalian Dampak Lingkungan berperan untuk memastikan bahwa kegiatan wisata heritage tidak akan merusak lingkungan dan memberi penyuluhan mengenai kelestarian peninggalan/ heritage.

3). Pelaku Wisata Swasta, dalam hal ini  pemilik tour dan tevel,operator wisata termasuk pengelola hotel/resort karena pada dasarnya merekalah yang memilki pasar wisata disamping itu mereka juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan ‘community development’ untuk masyarakat yang bermukim disekitar kawasan  tasi tolu. http://eprints.undip.ac.id di kutip  pada 20/05/2011

3.Penutup

 Kesimpulan

Timor leste mempunyai potensi pariwisata yang berlimpah yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku (raw materials)  industri pariwisata. Bahan baku tersebut terdapat diseluruh Timor-leste namun kurangnya sumber daya manusia  untuk mengembangkan dan mengelolanya. Seperti diuraian diatas  keunggulan-keunggulan yang dimiliki olah bukit Sripaus Yohanes Palus ke-II diharapka dapat memberi informasi pada wisatawan yang akan berkunjung dengan daerah tujuan Timor-leste Dili, dengan demikian akan mendatangkan devisa bagi Negara Timor-leste maupun masyarakat lokal setempat.

 Sumber Bacaan :

Pitana, M.Sc. dan I Ketut Surya Diarta. 2009. Pengantar Ilmu pariwisata. Andy Yogyakarta-Andy Offest
Gamal suwartono .Pariwisata alternatif:  2001
Peran serta masyarakat dalam pembangunan pariwisata (penelolaan danpengembangan pariwisata partisipatif. http://www.facebook.com
http://www.tempointeraktif.com

http://eprints.undip.ac.id/23708/1/WAHYUDI.pdf di terbitkan 4 nov 2010 oleh wahyudi http://madebayu.blogspot.com/2009/06/alternatif-tourism.html posting pada 20 juni 2009 http://ejournal.unud. Junal bumi lestari, vol 9 no 1 februari 2009

About these ads
 
3 Komentar

Posted by pada Oktober 30, 2011 in Uncategorized

 

3 responses to “PATUNG SRI PAUS YOHANES PAULUS KE-II DI BUKIT TASI TOLU SEBAGAI ATRAKSI PARIWISATA ALTERNATIF DI DILI TIMOR – LESTE

  1. Mr WordPress

    Oktober 30, 2011 at 1:09 pm

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

     
  2. glencarvalho

    Oktober 30, 2011 at 5:12 pm

    Sangat mengharapkan masukan untuk penyempurnaan tulisan ini

     
  3. glencarvalho

    Oktober 30, 2011 at 5:13 pm

    sangat mengharapakan masukan untuk penyempurnaan tulisan ini

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: